Sejalan dengan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), maka tuntutan ini sudah menjadi kewajiban semua aparatur pemerintah tanpa terkecuali, termasuk para pejabat Negara di Sulawesi Utara. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut, S. H. Sarundajang ketika menghadiri Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di ruang Huyula, Rabu (30/6).
Kegiatan ini menurut Sarundajang, dimaksudkan agar proses penciptaan pemerintahan yang bersih, tidak terkesan hanya “tebang pilih”, sehingga dalam implementasinya mampu memberikan kepastian hukum, kepastian sistem dan kepastian mekanisme kepada segenap komponen warga masyarakat, sebagai perwujudan kesetaraan hak dan kewajiban warga Negara yang sama dihadapan hukum dan pemerintahan.
Kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa hal kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI antara lain, bahwa pada tahun 2009, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat.
Sarundajang menambahkan, Seluruh aktifitas pemerintahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh informasi telah diungkapkan sesuai keadaan yang sebenarnya, system pengendalian intern dapat dipercaya keandalannya dan laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntasi pemerintahan.
Tercatat hasil kekayaan para pejabat di Sulawesi Utara, mulai dari S. H. Sarundajang sebesar Rp. 7.531.169.510,-, Walikota Kota Kotamobagu, Drs. H. Djelantik Mokodompit sebesar Rp. 5.875.637.476,-, Wakil Walikota Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara sebesar Rp. 1. 352.986.500,-, Bupati BolMut, Drs. Hi. Hamdan Datunsolang sebesar Rp. 2.706.782.573,-, Wakil Bupati BolMut, Drs. Hi. Depri Pontoh sebesar Rp. 1.040.090.000,-, Walikota Bitung, Hanny Sondakh sebesar Rp. 17.115.773.572,- serta Wakil Walikota Bitung, Robert K. Lahindo, SH, M.Si sebesar Rp. 626.740.000,-.
Dalam deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) tersebut, Plt. Ketua KPK RI, Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur dan pemerinath Propinsi Sulut atas perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena mekanisme sistem pengelolaan keuangan yang baik.
Hadir pada deklarasi LHKPN yakni Walikota Kotamobagu dan Wakilnya Drs H Jelantik Mokodompit dan Ir. Tatong Bara dan Bupati Bolmut dan Wakilnya Hamdan Datunsolang dan Depri Pontoh, Wakil Walikota Bitung Robert Lahindo serta pejabat Eselon II dan III dilingkungan Pemprov Sulut
Rabu, 30 Juni 2010
Gubernur Hadiri Peringatan ke – 61 Wafat Sam Ratulangi
Diposting oleh
kelo
di
18.26
Peringatan ke – 61 Wafatnya DR GSSJ Ratulangi, diperingati oleh keluarga Pahlawan Nasional tersebut, di makam Sam Ratulangi di Tondano Minahasa, Rabu (30/06). Walaupun peringatan kali ini hanya dilaksanaklan secara sederhana, namun memiliki makna yang sungguh besar.
Salah satu putri bungsu Sam Ratulangi Ny Uki Sudjoko Ratulangi ketika mewakili keluarga mengungkapkan kenangan indah besama orang tua semasa hidupnya. Om Sam sapaan akrab dari DR Sam Ratulangi merupakan sosok seorang ayah yang sangat familiar bagi keluarga dan orang lain.
Selama study di luar negeri (Belanda) Sam Ratulangi muda bersama rekan –rekan mahasiswa indonesia di Belanda telah berjuang untuk Indonesia. sekembalinya di tanah air Om Sam terus melakukan perjuangannya bersama para tokoh nasional lainnya untuk mengisi kemerdekaan RI.
Saat itu Om Sam sering mendapat perlakuan tidak baik dari belanda, beliau sering di buang ke daerah –daerah terpencil. Namun dengan semangat pantang menyerah toleh Tondano ini terus melakukan perlawanan kepada Belanda, ujar Ny Uki Ratulangi.
Ny Uki juga berterima kasih karena perjuangan Om Sam hingga kini telah menjadi motivator bagi kemajuan pendidikan di Sulut bahkan nasional.
Gubernur Sarundajang, mengatakan ketokohan Sam Ratulangi tidak lagi menjadi milik keluarga tetapi sudah menjadi milik banyak orang. Banyak buah pikiran Sam Ratulangi telah menjadi inspirator para pemikir di tanah air. Bahkan saya sendiri yang saat ini sedang mengambil program Doktor di Universitas Gadjah mada mengambil judul skirbsinya dari buah pikiran Om Sam, kata Gubernur.
Karena itu di peringatan ke – 61 wafatnya DR Sam Ratulangi kali ini marilah kita semua terus berdoa agar perjuangan Sam Ratulangi akan terus terpatri di lubuk hati sanubari kita semua, jelasnya.
Usai memberikan sambutan Gubernur bersama undangan lainnya melihat langsung foto – foto dokumenter Sam Ratulangi mulai masa dari kecilnya bersekolah di Tondano, masa perjuangan bersama tokoh nasional dan Presiden RI Soekarno hingga foto wafatnya Sam Ratulangi yang meninggal dunia di Jakarta dibawah ke kampung halamannya Tondano melalui kapal SWARTENHONDT dari pelabuhan Manado.
Salah satu putri bungsu Sam Ratulangi Ny Uki Sudjoko Ratulangi ketika mewakili keluarga mengungkapkan kenangan indah besama orang tua semasa hidupnya. Om Sam sapaan akrab dari DR Sam Ratulangi merupakan sosok seorang ayah yang sangat familiar bagi keluarga dan orang lain.
Selama study di luar negeri (Belanda) Sam Ratulangi muda bersama rekan –rekan mahasiswa indonesia di Belanda telah berjuang untuk Indonesia. sekembalinya di tanah air Om Sam terus melakukan perjuangannya bersama para tokoh nasional lainnya untuk mengisi kemerdekaan RI.
Saat itu Om Sam sering mendapat perlakuan tidak baik dari belanda, beliau sering di buang ke daerah –daerah terpencil. Namun dengan semangat pantang menyerah toleh Tondano ini terus melakukan perlawanan kepada Belanda, ujar Ny Uki Ratulangi.
Ny Uki juga berterima kasih karena perjuangan Om Sam hingga kini telah menjadi motivator bagi kemajuan pendidikan di Sulut bahkan nasional.
Gubernur Sarundajang, mengatakan ketokohan Sam Ratulangi tidak lagi menjadi milik keluarga tetapi sudah menjadi milik banyak orang. Banyak buah pikiran Sam Ratulangi telah menjadi inspirator para pemikir di tanah air. Bahkan saya sendiri yang saat ini sedang mengambil program Doktor di Universitas Gadjah mada mengambil judul skirbsinya dari buah pikiran Om Sam, kata Gubernur.
Karena itu di peringatan ke – 61 wafatnya DR Sam Ratulangi kali ini marilah kita semua terus berdoa agar perjuangan Sam Ratulangi akan terus terpatri di lubuk hati sanubari kita semua, jelasnya.
Usai memberikan sambutan Gubernur bersama undangan lainnya melihat langsung foto – foto dokumenter Sam Ratulangi mulai masa dari kecilnya bersekolah di Tondano, masa perjuangan bersama tokoh nasional dan Presiden RI Soekarno hingga foto wafatnya Sam Ratulangi yang meninggal dunia di Jakarta dibawah ke kampung halamannya Tondano melalui kapal SWARTENHONDT dari pelabuhan Manado.
SHS : Mata Pelajaran Matematika Tidak Membosankan
Diposting oleh
kelo
di
18.19
Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang mengakui, bagi pelajar dan mahasiswa yang mau memiliki ketajaman berpikir dan kemampuan analisis hendaknya harus menguasasi mata pelajaran matematika. Sebab matematika merupakan ilmu dasar dari pengembangan sains (basic of science) dan sangat berguna dalam setiap aspek kehidupan.
Pengakuan Sarundajang itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Matematika ke – 15 dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) di Hotel Sutanraja Watutumou Kec. Kalawat Kab. Minut, Rabu, (340/06).
Menurut Gubernur, ada sebagian orang menganggab mata pelajaran matematika merupakan ilmu yang sulit dan membosankan, karena lebih bersifat abstrak dan hanya berisi hafalan dari sekian banyak rumus sehingga menimbulkan antipati untuk mempelajarinya, mitos demikian dikatakan Sarundajang harus di hilangkang.
sebaliknya justeru kalau kita menguasai matematika otak kita akan lebih cerdas serta kemampuan analisisnya akan lebih tajam sehingga tidak membosankan, Sambil memberi contoh bahwa Sam Ratulangi salah seorang tokoh nasional yang berasal dari Sulut merupakan satu-satunya DR Matematika pertama yang dimiliki Indonesia pada waktu itu, ujar Sarundajang.
Contoh lain yang diangkat Sarundajang seperti Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke - 20 menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal itu.
Diakhir sambutannya Gubernur Sarundajang mengharapkan kiranya hasil dari konferensi dan kongres ini akan memberikan kontribusi positif bagi upaya menggairahkan minat pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari matematika.
Presiden Himpunan Matematika Indonesia Prof. DR Widodo menyebutkan seminar-seminar matematika kiranya terus digalakan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga ke tingkat nasional. Ia juga menyebutkan Konferensi Nasional kali ini akan memilih pengurus baru.
Sementara Rektor Unima DR Ph E.A Tuerah Msi DEA menambahkan, tema pelaksanaan dua kegiatan berskala nasional ini yakni matematika hidup untuk menghidupkan ilmu lain
Pengakuan Sarundajang itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Matematika ke – 15 dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang digelar Universitas Negeri Manado (Unima) di Hotel Sutanraja Watutumou Kec. Kalawat Kab. Minut, Rabu, (340/06).
Menurut Gubernur, ada sebagian orang menganggab mata pelajaran matematika merupakan ilmu yang sulit dan membosankan, karena lebih bersifat abstrak dan hanya berisi hafalan dari sekian banyak rumus sehingga menimbulkan antipati untuk mempelajarinya, mitos demikian dikatakan Sarundajang harus di hilangkang.
sebaliknya justeru kalau kita menguasai matematika otak kita akan lebih cerdas serta kemampuan analisisnya akan lebih tajam sehingga tidak membosankan, Sambil memberi contoh bahwa Sam Ratulangi salah seorang tokoh nasional yang berasal dari Sulut merupakan satu-satunya DR Matematika pertama yang dimiliki Indonesia pada waktu itu, ujar Sarundajang.
Contoh lain yang diangkat Sarundajang seperti Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke - 20 menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal itu.
Diakhir sambutannya Gubernur Sarundajang mengharapkan kiranya hasil dari konferensi dan kongres ini akan memberikan kontribusi positif bagi upaya menggairahkan minat pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari matematika.
Presiden Himpunan Matematika Indonesia Prof. DR Widodo menyebutkan seminar-seminar matematika kiranya terus digalakan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga ke tingkat nasional. Ia juga menyebutkan Konferensi Nasional kali ini akan memilih pengurus baru.
Sementara Rektor Unima DR Ph E.A Tuerah Msi DEA menambahkan, tema pelaksanaan dua kegiatan berskala nasional ini yakni matematika hidup untuk menghidupkan ilmu lain
Jumat, 25 Juni 2010
Pemprov Gelar Jalan Sehat Anti Narkotika
Diposting oleh
kelo
di
19.37
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Sedunia tahun ini menggelar jalan sehat bersama. Kegiatan yang dilepas Komandan Korem 131 Santiago Kol. Inf Robert Lumempouw ini mengambil start dan finis di halaman Kantor Gubernur, diikuti unsur TNI/Polri serta PNS dilingkungan Pemprov. Sulut, Jumat (25/06).
Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Kalakhar BNP Sulut Drs Jhon Latumeten mengatakan, peringatan hari anti narkotika internasional bagi Provinsi Sulut merupakan momentum yang strategis, mengingat kondisi geostrategis daerah ini berada di ujung utara negara RI yang merupakan salah satu dari Provinsi kepulauan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina, serta posisinya berada pada lintasan samudera pasifik yang sarat dengan politik global, dengan berbagai konsekwensi kerawanan seperti penyeludupan, lintasan teroris dan bukan tidak mungkin menjadi jalur trans crime narkoba.
Latumeten menjelaskan, berdasarkan data BNN tahun 2009 untuk tingkat kondisi peredaran Sulut berada di urutan 17 sedangkan untuk pengguna narkoba berada di posisi ke – 25. Indikator ini tentunya membuka mata kita untuk memberi perhatian khusus akan upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, seraya meningkatkan pengawasan dini terhadap masalah narkotika, ujarnya.
Kegiatan yang mengambil tema ”Hidup Sehat Tanpa Narkotika” itu Latumeten mengajak, segenap anak bangsa di daerah ini marilah kita perkokoh tekad dan komitmen untuk menyatakan perang terhadap narkoba.
Selain jalan sehat kegiatan hari anti narkoba di Sulut kali ini Panitia juga menggelar penyuluhan, teleconfrence serta bagi –bagi bunga melalui kampanye simpatik pada besok hari
Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Kalakhar BNP Sulut Drs Jhon Latumeten mengatakan, peringatan hari anti narkotika internasional bagi Provinsi Sulut merupakan momentum yang strategis, mengingat kondisi geostrategis daerah ini berada di ujung utara negara RI yang merupakan salah satu dari Provinsi kepulauan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina, serta posisinya berada pada lintasan samudera pasifik yang sarat dengan politik global, dengan berbagai konsekwensi kerawanan seperti penyeludupan, lintasan teroris dan bukan tidak mungkin menjadi jalur trans crime narkoba.
Latumeten menjelaskan, berdasarkan data BNN tahun 2009 untuk tingkat kondisi peredaran Sulut berada di urutan 17 sedangkan untuk pengguna narkoba berada di posisi ke – 25. Indikator ini tentunya membuka mata kita untuk memberi perhatian khusus akan upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, seraya meningkatkan pengawasan dini terhadap masalah narkotika, ujarnya.
Kegiatan yang mengambil tema ”Hidup Sehat Tanpa Narkotika” itu Latumeten mengajak, segenap anak bangsa di daerah ini marilah kita perkokoh tekad dan komitmen untuk menyatakan perang terhadap narkoba.
Selain jalan sehat kegiatan hari anti narkoba di Sulut kali ini Panitia juga menggelar penyuluhan, teleconfrence serta bagi –bagi bunga melalui kampanye simpatik pada besok hari
Kamis, 24 Juni 2010
Sarundajang Hadiri HUT Desa Toraget
Diposting oleh
kelo
di
17.06
Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang menfghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 56 Desa Toraget Kec, Langowan Barat Minahasa, Kamis (24/06). Ulang Tahun yang dipusatkan di Balai Desa ini diperingati dalam suatu Ibadah syukur dipimpin Pdt F Lumintang, STh dilanjutkan dengan pemasangan lilin ulang tahun oleh Gubernur Sarundajang, pemerintah desa dan toko masyarakat.
Hukum Tua Desa Toraget M Kaligis menguraikan sekilas tentang desa toraget yang memiliki jumlah penduduk 1425 jiwa dengan 56,7 ha luas wilayah dan 75 persen mata pencaharian warganya berprofesi sebagai petani.
Gubernur Sarundajang mengatakan, masyarakat desa toraget patut mensyukuri berkat Tuhan yang diberikan kepada kita. Ulang tahun desa yang boleh kita peringati saat ini merupakan wujud kecintaan Tuhan kepada masyarakat desa toraget.
Kepada generasi muda, tokoh agama dan tokoh masyarakat Gubernur Sarundajang mengajak marilah kita bangun desa ini agar lebih maju dari sekarang. cDesa Toreget menurut Sarundajang dikenal sebagai daerah pertanian, Untuk itu kedepan kiranya dalam pengelolaan sektor petanian ini masyarakat terus mengikuti tehnologi pertanian yang ada agar hasil produksinya pertaniannya akan terus mengalami peningkatan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat
Hukum Tua Desa Toraget M Kaligis menguraikan sekilas tentang desa toraget yang memiliki jumlah penduduk 1425 jiwa dengan 56,7 ha luas wilayah dan 75 persen mata pencaharian warganya berprofesi sebagai petani.
Gubernur Sarundajang mengatakan, masyarakat desa toraget patut mensyukuri berkat Tuhan yang diberikan kepada kita. Ulang tahun desa yang boleh kita peringati saat ini merupakan wujud kecintaan Tuhan kepada masyarakat desa toraget.
Kepada generasi muda, tokoh agama dan tokoh masyarakat Gubernur Sarundajang mengajak marilah kita bangun desa ini agar lebih maju dari sekarang. cDesa Toreget menurut Sarundajang dikenal sebagai daerah pertanian, Untuk itu kedepan kiranya dalam pengelolaan sektor petanian ini masyarakat terus mengikuti tehnologi pertanian yang ada agar hasil produksinya pertaniannya akan terus mengalami peningkatan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat
Gubernur Buka Konperensi Provinsi PGRI Sulut
Diposting oleh
kelo
di
16.56
Pengurus Daerah Kabupaten/Kota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) se Sulawesi Utara, hari Rabu Malam, 23 Juni 2010 , memulai Konperensi Provinsi yang dilaksanakan di Hotel Sahid Manado. Penyelenggaraan Konperensi Provinsi ini adalah dalam rangka mengevaluasi Program Kerja Pengurus Provinsi Sulawesi Utara masa bakti 2005 – 2010 yang diketuai oleh Drs. Alvius Lomban, M.Si yang saat ini dipercayakan oleh Rakyat Sulawesi Utara untuk menjadi salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Daerah Utusan Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus untuk memilih Pengurus Provinsi yang baru yang akan melaksanakan tugasnya selama masa bakti yang akan ditetapkan oleh Konprov ini.
Ketika membuka Konperensi Provinsi PGRI ini Gubernur Sulawesi Utara mengingatkan peran strategis guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Sarundajang, maju mundurnya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan untuk dapat menguasai IPTEK adalah melalui proses pendidikan. Dalam proses pendidikan inilah Guru memegang peranan sentral dan sangat strategis untuk mengelola Proses Pembelajaran. Sebaik-baiknya bahan ajar, sarana dan prasarana pendidikan, proses transformasi Ilmu tidak akan optimal apabila kualitas gurunya kurang bagus. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat concern untuk meningkatkan kualitas para guru antara lain melalui pemberian beasiswa bagi 1000 guru di tahun 2009 dan ditahun 2010 ini akan ditingkatkan menjadi 2000 orang uantuk memperolah beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang minimal S1. Pembangunan pendidikan di Sulawesi Utara juga terus ditingkatkan dengan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20% dari keseluruhan APBD. Gubernur mengingatkan para guru termasuk organisasi profesi guru untuk merespons perhatian pemerintah ini dengan komitmen peningkatan kinerja untuk memberikan yang terbaik bagi proses pendidikan generasi muda di Sulawesi Utara menuju Sulut yang semakin Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.
Ketua Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Utara Drs. Alvius Lomban dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara yang memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap Pendidikan pada umumnya, PGRI dan para guru di Sulut. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI DR. Sulistiyo, M.Pd. Dalam rangka menghadapi Pemilukada di Sulawesi Utara, Ketua Umum PB PGRI memesankan kepada seluruh guru di Sulut untuk memilih Pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan dan pengembangan kualitas serta kesejahteraan guru.
Ketika membuka Konperensi Provinsi PGRI ini Gubernur Sulawesi Utara mengingatkan peran strategis guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Sarundajang, maju mundurnya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan untuk dapat menguasai IPTEK adalah melalui proses pendidikan. Dalam proses pendidikan inilah Guru memegang peranan sentral dan sangat strategis untuk mengelola Proses Pembelajaran. Sebaik-baiknya bahan ajar, sarana dan prasarana pendidikan, proses transformasi Ilmu tidak akan optimal apabila kualitas gurunya kurang bagus. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat concern untuk meningkatkan kualitas para guru antara lain melalui pemberian beasiswa bagi 1000 guru di tahun 2009 dan ditahun 2010 ini akan ditingkatkan menjadi 2000 orang uantuk memperolah beasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang minimal S1. Pembangunan pendidikan di Sulawesi Utara juga terus ditingkatkan dengan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20% dari keseluruhan APBD. Gubernur mengingatkan para guru termasuk organisasi profesi guru untuk merespons perhatian pemerintah ini dengan komitmen peningkatan kinerja untuk memberikan yang terbaik bagi proses pendidikan generasi muda di Sulawesi Utara menuju Sulut yang semakin Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.
Ketua Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Utara Drs. Alvius Lomban dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara yang memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap Pendidikan pada umumnya, PGRI dan para guru di Sulut. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI DR. Sulistiyo, M.Pd. Dalam rangka menghadapi Pemilukada di Sulawesi Utara, Ketua Umum PB PGRI memesankan kepada seluruh guru di Sulut untuk memilih Pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan dan pengembangan kualitas serta kesejahteraan guru.
SHS : Canangkan Denlu Menjadi Model Kampung Hijau
Diposting oleh
kelo
di
16.54
Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang dalam acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mencanangkan Kelurahan Dendengan Luar (Denlu) Kec, Tikala Manado sebagai ”Model Kampung Hijau”.
Kegiatan yang dipusatkan di Lingkungan I dan III di kelurahan Denlu itu Kamis, (24/06) di tandai dengan penyerahan hadiah lomba kebersihan bagi pemenang oleh Gubernur serta penanaman bibit pohon yang dilakukan Gubernur Sarundajang bersama Ibu Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Penjabat Walikota Manado Robby Mamuaja bersama Ibu Otty Mamuaja Lumentut.
Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan keterpanggilan kita untuk sama-sama menyelamatkan bumi ini dari berbagai resiko lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan.
Karena itu First Lady Sulut ini memberikan apresiasi kepada mereka yang senantiasa mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan demi keselamatan bumi dan masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia, ujarnya.
Sementara itu Gubernur Sarundajang menyebutkan, sampai saat ini kerusakan lingkungan masih saja terus terjadi di sana sini. Karena itu Ia mengimbau masyarakat berhenti merusak lingkungan. Tetapi sebaliknya marilah kita mencintai lingkungan itu sebagai anugerah dari pemberian Tuhan kepada kita.
Karenanya di ingatkan, bahwa Ancaman pemanasan global (global warming) yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, sehingga hampir semua negara termasuk Indonesia dan Sulut mengalami bencana alam kondisi ini lebih diperparah dengan maraknya eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga menimbulkan berbagai musibah yang merugikan masyarakat, tidak hanya harta benda bahkan nyawa sekalipun.
Karena itu Sarundajang menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Sulut dan BLH Sulut yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini bisa terselengara dengan baik
Kegiatan yang dipusatkan di Lingkungan I dan III di kelurahan Denlu itu Kamis, (24/06) di tandai dengan penyerahan hadiah lomba kebersihan bagi pemenang oleh Gubernur serta penanaman bibit pohon yang dilakukan Gubernur Sarundajang bersama Ibu Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Penjabat Walikota Manado Robby Mamuaja bersama Ibu Otty Mamuaja Lumentut.
Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan keterpanggilan kita untuk sama-sama menyelamatkan bumi ini dari berbagai resiko lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan.
Karena itu First Lady Sulut ini memberikan apresiasi kepada mereka yang senantiasa mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan demi keselamatan bumi dan masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia, ujarnya.
Sementara itu Gubernur Sarundajang menyebutkan, sampai saat ini kerusakan lingkungan masih saja terus terjadi di sana sini. Karena itu Ia mengimbau masyarakat berhenti merusak lingkungan. Tetapi sebaliknya marilah kita mencintai lingkungan itu sebagai anugerah dari pemberian Tuhan kepada kita.
Karenanya di ingatkan, bahwa Ancaman pemanasan global (global warming) yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, sehingga hampir semua negara termasuk Indonesia dan Sulut mengalami bencana alam kondisi ini lebih diperparah dengan maraknya eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga menimbulkan berbagai musibah yang merugikan masyarakat, tidak hanya harta benda bahkan nyawa sekalipun.
Karena itu Sarundajang menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Sulut dan BLH Sulut yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini bisa terselengara dengan baik
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter
