Rabu, 05 Mei 2010

Rakor Regional Wilayah Timur Bidang Pendidikan yang dilaksanakan pada 5/ 5/ 2010 di Hotel Grand Central Manado dengan tema peningkatan mutu SDM melalui pendidikan formal dan non formal dibidang pendidikan merupakan kerjasama antara Kementrian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur SHS yang diwakili oleh PLt, Sekprov Sulut Drs HR Makagansa Msi dalam sambutannya mengatakan bahwa sektor pendidikan merupakan elemen penting sebagai tiang utama konstruksi negara yang dipandang penting dan mendapatkan tempat strategis dalam mata rantai pembangunan. Karena dipahami bahwa pada hakikatnya melalui pendidikan akan terbangun manusia- manusia yang unggul dan berdaya saing yang nantinya akan menjadi daya dukung mata rantai pembangunan bangsa dan daerah.
SHS juga menambahkan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sendiri dengan jelas memahami akan tujuan pemerintah sehingga dalam 5 tahun terakhir diambil langkah- langkah strategis untuk menempatkan pendidikan sebagai tringger (pemicu) bagi kemajuan bangsa dan daerah. Hal ini dapat dilihat dari indikator- indikator , antara lain, Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks) Sulawesi Utara memperoleh peringkat 2 (dua) secara nasional sesudah DKI Jakarta dengan nilai 73,2%; sampai tahun 2008 Angka Bebas Buta Aksara mendapat peringkat I (satu) secara nasional dengan capaian 99,90%, yang artinya adalah masyarakat Sulawesi Utara nyaris bebas dari buta huruf.
Diakhir sambutannya, SHS berharap kiranya rapat kerja regional ini akan semakin memantapkan dan memperkuat tekad dan komitmen bersama, serta akan menghasilkan berbagai kesepakatan, kebijakkan dan program strategis yang pasti akan diimplementasikan secara sinergis dalam rangka meningkatkan mutu SDM Indonesia yang terampil, unggul, berdaya saing dan mampu menjawab tantangan global.
Rakor Regional Wilayah Timur Bidang Pendidikan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan, Agama dan Aparatur Negara Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI, para Narasumber dari Departemen Pendidikan Nasional RI dan Litbang, para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di wilayah timur Indonesia, SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Selasa, 04 Mei 2010

Pembukaan POPDA 2010

Acara pembukaan POPDA berlangsung pada hari ini, 4/ 5/ 2010 di Gedung Gelanggang Olahraga KONI. Pembukaan ini diawali dengan prosesi masing-masing kontingen Pelajar SMA yang mewakili Kabupaten/ Kota se- Provinsi Sulawesi Utara. Panitia Pelaksana dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan serta memaparkan dengan jelas setiap kontingen beserta anggota- anggotannya meliputi , Kabupaten Sangihe 64 orang atlit/ official, Kabupaten Sitaro 25 orang, Kabupaten Minahasa 45 orang, Kabupaten Minahasa Selatan 45 orang, Kabupaten Mitra 35 orang, Kabupaten Minahasa Utara 57 orang, Kabupaten Bolaang Mongondow 15 orang, Kabupaten Bolaang Utara 17 orang, Kabupaten Bolaang Selatan 24 orang, Kabupaten Bolaang Timur 54 orang, Kotamobagu 45 orang, Tomohon 75 orang, Bitung 25 orang dan Manado 50 orang.
Gubernur SHS dalam sambutannya, menyampaikan aspresiasi kepada setiap kontingen yang ikut serta dan juga kepada Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah mengagendakan kegiatan ini sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi antara pelajar SMA se- Provinsi Sulawesi Utara.
SHS berharap setiap peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan penuh dedikasi. Selain itu, SHS juga menyampaikan maksud dari berolahraga agar dapat memperoleh nilai- nilai positif dari kegiatan ini antara lain,sebagai tujuan untuk memberantas narkoba dan sex bebas dalam lingkungan siswa/pelajar khususnya di Sulawesi Utara.
SHS juga menyampaikan kepada Dispora bahwa POPDA ini adalah salah satu sarana bagi Dispora untuk mencari bibit- bibit atlet. Untuk itu SHS menyarankan pembinaan atlit senantiasa dilakukan bukan hanya dalam pelaksanaan POPDA namun pembinaan dilaksanakan oleh setiap Kabupaten / Kota secara berkelanjutan untuk mendapatkan atlit yang mampu bukan hanya berbicara dilevel Regional, Nasional tapi sampai ke level International. Dalam acara pembukaan ini juga disuguhkan eksibisi pencak silat dari para atlet pencak silat Nasional.

Senin, 03 Mei 2010

Hari ini Senin 3/5/10 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kedatangan Tim Clearing House dari Kementrian Luar Negeri guna melakukan rapat koordinasi Kementerian Luar Negeri dengan Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara.

Gubernur Propinsi Sulawesi Utara SHS melalui Plt, Sekprov Sulut Drs HR Makagansa Msi dalam sambutannya mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan oleh Tim Clearing House ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Kementerian Luar Negeri RI terhadap Provinsi Sulawesi Utara, serta merupakan bukti nyata adanya komitmen Kementerian Luar Negeri RI untuk senantiasa mempertahankan kedaulatan dan integritas bangsa Indonesia.

SHS dalam sambutannya memberikan gambaran tentang Provinsi Sulawesi Utara serta beberapa hal yang terkait dengan maksud kunjungan kerja Tim Clearing House di Sulawesi Utara, termasuk letak Propinsi Sulawesi Utara, aspek administrasi pemerintahan, sisi kemasyarakatan, keunggulan dan potensi yang ada di daerah serta keamanan terutama di daerah perbatasan.

Dalam dialog antara Pemerintah Provinsi Sulut dengan Tim Clearing House Kementrian Luar Negeri yang diketuai oleh Jalar Gultom dalam menangapi usulan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan serta keamanan wilayah perbatasan menurut Jalar Gultom Pemerintah RI melalui Kementrian Luar Negeri akan memfasilitasi kepada Departemen-departemen terkait untuk dapat merealisasikan usulan-usulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara..

Acara ini selain dihadiri oleh Muspida Propinsi Sulawesi Utara,Komisi II Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Beberapa Instansi Vertikal antara lain Kanwil Hukum dan Ham Sulawesi Utara, Imigrasi Sulawesi Utara ,dan para pejabat di lingkungan pemerintah Propinsi Sulawesi Utara.
Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilukada Gubernur di Provinsi Sulawesi Utara, ikut meningkatnya suhu politik di daerah ini, terutama yang dialamatkan kepada incumben Drs Sinyo Harry Sarundajang oleh para lawan politiknya. Kegiatan black campaign (kampanye hitam) akhir-akhir ini terus dilakukan kepada SHS.

Gubernur Sarundajang menyampaikan hal itu kepada PNS dilingkungan Pemprov. Pada apel kerja bulan Mei 2010 di halaman kantor Gubernur, Senin (3/5). Menurut Sarundajang, kegiatan black campaign yang terus dialamtkan kepada saya kiranya PNS Pemprov jangan terpengaruh dengan fitnah – fitnah tersebut, sebab dalam pelaksanaan Pemilukada nanti masyarakatlah yang menilai mana figur berkualitas dan tidak.

Untuk itu Sarundajang berharap PNS terus bekerja melayanai masyarakat, jangan terkontaminasi dengan politik yang ada, melainkan buktikan loyalitasnya kepada pimpinan yang ada.

Selain itu Sarundajang juga menyampaikan beberapa hal penting terutama yang berkaitan dengan tugas pokoknya sehati - hari yakni pegang teguh kehormatan, kejujuran, dedikasi dan profesionalisme di kalangan PNS. Hal ini dimaksudkan agar PNS di lingkungan Pemprov Sulut tetsap solid dalam menghadapi Pemilukada Gubernur pada 3 Agustus 2010 mendatang.

Minggu, 02 Mei 2010

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prof. DR. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc bersama Ibu Lies Purnomo Yusgiantoro sejak Jumat (30 April 2010) melakukan Kunjungan Kerja di Sulawesi Utara khususnya ke Daerah Perbatasan di Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Kunjungan diawali di Pulau Miangas Kabupaten Kep. Talaud dan kemudian di Pulau Marore Kab. Kep. Sangihe dengan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda. Dalam kunjungannya Menhan didampingi Panglima Armada Indonesia Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Madya TNI Anung Margono, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Agus Munandar, Dirjen Strategi Pertahanan Kementrian Pertahanan Mayjen TNI. Syariffudin Tippe, Direktur Strategi Pertahanan Kementrian Pertahanan Laksamana Pertama TNI Parsisius HS, Komandan Gugus Tempur Wilayah Timur Laksamana Pertama TNI Widodo, Pangdan VII Wirabuana Mayjen TNI Harri Wismono. Ikut juga dalam rombongan menteri, Ibu Mutia Hatta (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden), Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR RI masing-masing Mayjen TNI Purn Salim Mengga dan Azwar Abubakar. Rombongan didampingi oleh
Gubernur Sulawesi Utara Drs. S.H. Sarundajang, unsur Muspida, Ketua DPRD Provinsi dan GM PLN Sulutgo, Kadivre Bulog, Kacab Pertamina Manado, dan Kacab PT Telkom Wilayah Sulut. Menurut Menteri Pertahanan, kunjungan ini memiliki arti yang sangat strategis karena Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pembentukan Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang akan diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI dan beranggotakan kementrian, lembaga negara yang terkait dengan tugas pembinaan dan pengembangan daerah perbatasan termasuk pengembangan sosial ekonomi. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk melihat dan mendengarkan langsung dari masyarakat yang tinggal di Pulau Terluar di Daerah Perbatasan tentang permasalahan yang dihadapi. Selain itu, Daerah Kepulauan Talaud dan Sangihe di Provinsi Sulawesi Utara merupakan Daerah Perbatasan yang sangat penting karena memiliki 11 pulau terluar, 9 diantaranya di Kep. Sangihe dan Talaud, 1 di Minahasa Utara dan 1 di Bolaang Mongondow Utara.
Dalam dialog dengan masyarakat di Pulau Miangas terungkap bahwa selama ini masyarakat telah banyak merasakan perhatian dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi namun masih ada permasalahan yang dihadapi antara lain Masalah Transportasi serta penyediaan bahan kebutuhan pokok dan BBM terutama pada waktu musim cuaca buruk yang menyulitkan transportasi bahan ke daerah tersebut. Demikian juga dengan penyediaan tenaga listrik yang masih harus ditingkatkan. Sehubungan dengan itu Pemerintah Pusat dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi akan mendorong PT PLN dan Telkom untuk terus meningkatan kapasitas pembangkit tenaga listrik dan pemancar telkom di Miangas. Kementrian Pertahanan berkoordinasi dengan Kementrian ESDM dan Pemerintah Provinsi juga akan membentu penyediaan Sollar Home System (SHS) untuk penyediaan tenaga listrik. Pemerintah Provinsi juga akan segera mengusulkan kepada Pertamina untuk membangun Depo BBM khusus untuk Pulau Miangas. Khusus mengenai pembangunan Bandara, dihadapan Bapak Menteri masyarakat telah menyatakan kesiapannya untuk menerima ganti rugi dengan harga yang wajar dan telah disepakati dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Untuk itu Gubernur juga menjamin bahwa proses pembebasan tanah akan segera diproses pembayarannya melalui APBD dan Pihak Dewan melalui Ketua DPRD Pdt. Ny. Meiva Salindeho Lintang yang juga turut serta dalam kunjungan tersebut menjamin akan membantu sepenuhnya. Selanjutnya Proses pembangunan Bandara akan dilakukan dengan dana APBN. Wakil Bupati Kep. Talaud mengatakan masyarakat yang akan dipindahkan dari lokasi pembangunan bandara akan diberikan fasilitas untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif dan jasa yang akan menunjang keberadaan bandara pada saatnya. Di akhir acara, Menteri mencanangkan prasasti yang bertuliskan ”Tidak sekali-kalipun akan kulepaskan Pulau Miangas ini kepada siapapun yang akan memisahkannya dari pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi akan kujaga, kupelihara, dan kupertahankan sampai titik darah yang penghabisan”.
Setelah melakukan pemotongan Sapi dan meninjau fasilitas di pos-pos TNI di Pulau Miangas, Menteri meninggalkan Pulau Miangas dengan menggunakan KRI Surabaya menuju ke Marore.
Ketika berada di Marore, Menteri menerima laporan dari Bupati Kep. Sangihe Drs. Winsulangi Salideho tentang kondisi pulau Marore, potensi serta permasalahan yang dihadapi. Dalam bidang perikanan, masyarakat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara karena telah membangun Pabrik Es untuk membantu nelayan menyimpan tangkapannya ketika melaut. Masyarakat Marore juga sangat berterima kasih atas telah dibangunnya Gudang Beras dan Bahan Pokok oleh Pemerintah Provinsi yang menyimpan cadangan kebutuhan pokok untuk musim cuaca buruk. Disaat cuaca buruk beras dan kebutuhan pokok lainnya disalurkan secara gratis kepada masyarakat. Namun demikian para nelayan masih mengeluhkan kualitas es yang hanya dapat bertahan lama. Gubernur Sulawesi Utara meminta pemerintah kabupaten untuk melakukan koordinasi dengan pengelola pabrik es tersebut untuk memperbaiki mutu es yang dihasilkan. Selain itu Pemerintah Provinsi juga akan memfasilitasi usulan untuk membangun Cold Storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan di pulau tersebut.
Pada bagian lain Menteri mengatakan bahwa semua permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat di kedua pulau terluar tersebut akan dilaporkan langsung kepada Presiden dan dikoordinasikan dengan para menteri dan lembaga terkait untuk segera ditangani. Seperti yang dilakukan di Pulau Miangas, Menteri juga mencanangkan Prasasti yang sama di Pulau Marore.
(Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov. Sulut)
Jumat, 30 April 2010,
Pukul 16.30
Pesawat Hercules C 130 milik TNI Angkatan Udara yang membawa Rombongan Menteri Pertahanan RI dan juga Gubernur Sulawesi Utara landing di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Rombongan beristirahat sejenak di VIP Room Pemprov Sulut sambil mengikuti pemaparan mengenai Pulau Miangas dan Marore.

Pukul 17.00
Rombongan bergerak menuju Kota Bitung dantiba di Bitung Pukul 17.30, kemudian beristirahat dan menikmati Jamuan Makan yang disiapkan Walikota Bitung Hanni Sondakh di Rudis Walikota

Pukul 19.30
Rombongan menaiki KRI Sultan Iskandar Muda yang bertolk meninggalkan Pelabuhan Bitung pada pukul 20.00

Pukul 20.45
Menteri memberikan pengarahan kepada seluruh anggota rombongan dan wartawan dari Jakarta yang mengikuti terutama tentang maksud kunjungan. Acara diawali dengan sambutan Gubernur Sulut yang antara lain memaparkan kondisi Miangas dan Marore serta permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan daerah perbatasan terutama pulau terluar Miangas dan Marore.

23.30
Rombongan beristirahat setelah menikmati hiburan berupa persembahan lagu-lagu baik oleh penyanyi yang telah disiapkan maupun oleh Gubernur dan anggota rombongan lain. Acara diakhiri dengan bergandengan tangan dan menyanyikan lagu ”Indonesia Pusaka” yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan.

Hari Sabtu, 1 Mei 2010
Pukul 08.00
KRI Sultan Iskandar Muda merapat di Pulau Miangas dan dijemput oleh KRI Sungai Gerong yang kemudian melakukan debarkasi penumpang melalui Dermaga Pelabuhan Miangas. Pada saat KRI Sultan Iskandar Muda merapat di pulau Miangas, 3 buah pesawat NOMAD TNI Angkatan Udara melakukan Flying Pass di atas geladak KRI Sultan Iskandar Muda. Kemudian diikuti oleh Pesawat Boeing 737 TNI Angkatan Udara juga melakukan Flying Pass diatas pulau Miangas.

Pukul 09.00
Menteri Pertahanan dan Rombongan menjejakkan kaki di Pulau Miangas. Ketika turun dari KRI Sungai Gerong, dilakukan Upacara Penghormatan Militer dan ketika memasuki gerbang Pulau Miangas, Menteri dan rombongan disambut oleh Wakil Bupati Talaud Costan Gangghali kemudian dilakukan Penyambutan secara adat melalui tarian Cakalele versi masyarakat Miangas. Menteri dan rombongan kemudian diarak menuju ke Pendopo tempat pertemuan.

Pukul 09.15 – 10.00
Menteri melakukan pertemuan, memberikan pengarahan yang diawali dengan Laporan Wakil Bupati Talaud dan Sambutan Gubernur S.H. Sarundajang. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan pencanangan Prasasti dan menyaksikan pemotongan Sapi Sumbangan Menteri, serta memberikan bantuan bahan kontak kepada masyarakat. Gubernur Sulut juga membantu pembangunan rumah ibadah dan memberikan seperangkat Wireles untuk kegiatan masyarakat. Sebelum meninggalkan Pulau Miangas Menteri meninjau fasilitas TNI di pulau Miangas dan memberikn semangat serta arahan kepada prajurit TNI yng bertugas di Miangas.

Pukul 12.30
Rombongan kembali ke KRI Sultan Iskandar Muda, diangkut oleh KRI Sungai Gerong untuk meneruskan perjalanan ke Pulau Marore. Pukul 13.30 KRI Sultan Iskanadr Muda meninggalkan perairan Pulau Miangas menuju Pulau Marore. Perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam. KRI Sultan Iskandar Muda adalah armada terbaru miliki TNI Angkatan Laut dengan Peralatan tempur canggih serta kecepatan mencapai 28 knot.

Pukul 15.30
KRI Sultan Iskandar Muda merapat di perairan Pulau Marore. Ketinggian gelombang pada saat itu + 1 s.d 1,5 meter. Disinilah ”perjuangan’dimulai karena rombongan harus didebarkasi ke darat dengan menggunakan Perahu Karet dan Spped Boat berukuran kecil. Semua anggota rombongan harus turun dengan menggunakan tangga tali yang tergantung di badan kapal menuju perahu karet dan speed boat yang menunggu sambil terombang-ambing. Satu hal yang sangat menarik Ibu Lies Purnomo Yusgiantoro yang semula diragukan akan turun bersama rombongan ternyata ”Nekad” mendampingi suami walaupun harus berjuang menuruni tangga tali. Bravo Ibu Menteri. Rombongan termasuk Menteri, Gubernur termasuk Kabag Humas Pemprov. Sulut terombang-ambing dihantam gelombang sebelum mencapai dermaga. Para prajurit TNI AL yang melakukan proses Debarkasi memberlakukan standar dan prosedur keselamatan level 1 untuk melakukan proses ini, jadi walaupun terombang-ambing, semua anggota rombongan merasa aman.

Pukul 16.00
Menteri Pertahanan dan Rombongan menjejakkan kaki di Pulau Marore dan disambut dengan penghormatan serta Upacara Adat Penyambutan serta diarak menuju Lokasi Pertemuan.

Pukul 16.00 – 17.00
Pertemuan di Pendopo Kantor Camat Marore


Pukul 17.30
Rombongan kembali menggunakan Perahu Karet dan Speed Boat ke KRI Surabaya yang akan membawa kembali ke Bitung. Ketika meninggalkan Pulau Marore Manteri dan Ibu diantar oleh ibu-ibu warga Marore yang sepanjang jalan menyanyikan lagu Perpisahan dengan harapan dapat bertemu lagi.

Pukul 20.00
KRI Surabaya dengan dikawal oleh KRI Sungai Gerong dan KRI Sultan Iskandar Muda mulai bergerak menuju Bitung

Minggu, 2 Mei 2010
Pukul 09.00 KRI Slamet Riyadi bergabung dan mengawal KRI Surabaya yang membawa Rombongan Menteri. Sampai di perairan sekitar Pulau Talise. 3 buah Pesawat Cassa Milik TNI AL melakukan Flying Pass di lambung kanan KRI Surabaya dan diikuti oleh Parede Penghormatan oleh awak KRI Slamet Riyadi dan KRI Sultan Iskandar Muda. Pada kesempatan itu juga dilakukan demonstrasi Olah Gerak Kapal oleh KRI Slamet Riyadi dan KRI Sultan Iskandar Muda dengan mengitari KRI Surabaya. Juga dilakukan demonstrasi evakuasi barang dari KRI Slamet Riyadi ke KRI Surabaya yang ternyata berisi Ucapan Selamat HUT dan bingkisan untuk Ibu Meuthia Hatta (Anggota Wantimpres), mantan Menteri UPW yang ikut dalam rombongan dan hari itu berHUT.

Pukul 11.00
KRI Surabaya merapat di Pelabuhan Bitung. Rombongan kemudian menuju Rudis Walikota untuk makan siang dan langsung menuju Bandara Sam Ratulangi.

Pukul 13.00
Pesawat Hercules C 130 yang mengangkut rombongan menteri Take Off menuju Jakarta.
(Bagian Humas Pemprov Sulut)
KRI Sultan Iskandar Muda
Salah satu dari 4 KRI jenis Korvet Sigma Class terbaru milik TNI AL yang di bangun di Belanda mulai mei 2006 dan diresmikan oktober 2008. kapal ini memiliki persenjataan yang cukup lengkap dan sarana navigasi serta radar canggih.

Data teknis kapal sebagai berikut:
Bobot : 1819 ton
Panjang : 90,71 meter
Lebar : 13,02 meter
Kecepatan : maksimum 28 knot
Jarak tempuh : 4800 Nm
ABK : 80 orang (16 perwira)
Persenjataan :
SAM : 2 x QUAD MBDA
SSM : 4x MBDA Exocet
Meriam : 76 mm OTO-Melara Super Rapid Gun
Torpedo : Euro Torp 3A 244S Mode III
Search Radar : Thales MW o8 Multibeam Surveillance Radar
IFF : Thales TSB 2525 Mk XA
Fire Control : LIROD Mk 2
Tracking Radar
Radar Navigasi : Sperry Marine ARPA
Bridge Master – E

KRI Surabaya
KRI ini adalah jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dibangun di Busan Korea Selatan dan di resmikan tanggal 3 september 2007. KRI ini lebih banyak difungsikan sebagai kapal angkut yang digunakan untuk kunjungan Presiden RI kedaerah dan menteri terkait. Kapal ini memiliki ruangan yang dapat menampung total 507 orang dengan fasilitas kamar yang cukup nyaman.

Data teknis kapal sebagai berikut:
Panjang Max (LOA) : 122 meter
Lebar Max : 22 meter
Tinggi Upper Deck : 11,3 meter
Berat Kosong : 4500 ton
Kecepatan maksimal : 17 knots
Persenjataan :
Meriam BOFFORS 40 mm
Mitraliur VECKTOR 20 mm
Senapan Serbu K-2
Senapan Serbu AK-47
Pistol P-2 PINDAD

Peralatan Navigasi
-Radar BR-3440 CA S314
-Radar BR-3440 CA X27
-DGPS SPR-1400
-Echo Sounder SES-2000